Rabu, 27 April 2011

Pencahayaan (Lighting) bag. 1

Kata 'Photography' (dalam bahasa Indonesia kita tuliskan fotografi) berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ‘photos’ (cahaya) dan ‘graph’ (garis atau gambar). Jadi Photography bermakna melukis dengan cahaya. Tanpa cahaya tidak ada fotografi. Cahaya adalah inti dari fotografi. Untuk membuat foto yang bagus dan sesuai dengan keinginannya, Fotografer harus sepenuhnya memahami cahaya (pencahayaan) dan tentu saja teknis dari peralatan (kamera, lensa, dll) yang dipakainya. Sehingga Fotografer lah yang bisa menguasai dan mengontrol hasil akhir penciptaan gambar/foto, bukan alat-alat dari fotografi itu sendiri. Banyak Fotografer sekarang yang bergantung pada alat yang dipakainya. Dan yang terjadi adalah hasil foto tidak sesuai dengan yang diharapkan karena apa yang dilihat dan diperhitungkan kamera bisa sangat berbeda dengan apa yang dilihat dan diperhitungkan oleh fotografer.


Melihat cahaya
Untuk mengelola sumber cahaya, pertama-tama kita harus menyadari keberadaannya. Seringkali kita keasyikan dengan konten dan framing yang bisa membuat kita lupa akan cahaya yang jatuh pada subjek dan latar belakang (background). Ketika cahaya jatuh pada (menyinari) subjek itu menciptakan berbagai tones yang bisa dikelompokan ke dalam tiga kategori utama: Highlights, Mid-tones dan Shadows. Masing-masing dapat digambarkan dengan tingkat pencahayaan (seberapa terang, seberapa gelap) dan distribusi cahaya tersebut di dalam frame gambar/foto. Ini pada gilirannya ditentukan oleh posisi relatif Subjek, sumber cahaya dan kamera.
 

Mengenal dan memahami cahaya
Untuk memahami sepenuhnya tentang cahaya adalah penting bagi fotografer untuk mengenal karakteristik dari cahaya tersebut. Karakteristik cahaya bisa dibagi atas:
~ Source (Sumber)
~ Intensity (Intensitas)
~ Quality (Kualitas)
~ Direction (Arah)
~ Contrast (Kontras)
~ Color (Warna)


Pembahasan tentang karakteristik cahaya akan ku ulas pada bagian selanjutnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar